
Diikuti sekitar 300 ekor anjing peserta Pameran Perkin Jabar All Breed dilaksanakan pada hari Minggu 3 Agustus 2008 di lapangan perumahan Graha Puspa Lembang-Bandung. Pameran dibuka seperti biasa dengan sambutan dari Ketua Umum Perkin Pusat Bpk.Soentono dan dilanjutkan oleh Ketua Panitia yaitu Bpk.Willy. Setelah sambutan, panitia memperkenalkan satu persatu juri yang akan menjuri pada pameran ini sekaligus pemberian cinderamata untuk para juri.
Pameran Murahan?

Menurut Ketua 1 Perkin Jabar Bpk.Agus Wiediyanto, pameran ini sebenarnya dikhususkan untuk anggota Perkin Jabar tetapi peserta dari Perkin wilayah lainnya tidak dilarang untuk ikut berpartisipasi. Pameran ini dibuat dengan harga pendaftaran semurah mungkin untuk menambah animo para anggota Perkin Jabar agar mau ikut serta dalam pameran anjing trah. Walaupun dibuat dengan biaya yang murah yaitu Rp.100,000,- per ekor, pameran tidak dibuat asal-asalan. Para panitia bekerja semaksimal mungkin sama seperti pameran biasanya. Piala untuk pemenang kelas sampai pemenang puncak acara yaitu Best In Show juga berupa piala bukan rowset atau kertas saja agar para peserta pemula dapat memajang piala agar bisa dibanggakan. Selain juri lokal yang berkualitas, juri yang diundang dari luar negeri merupakan juri berkualitas yaitu Ms.Sue Lynn Tong dari Singapura. Ms.Sue Lyn Tong termasuk salah satu juri yang “cerewet” dalam hal penjurian. Beliau hanya mau diundang untuk menjuri pameran bertaraf besar dan dalam menjuri selain menilai anjing, beliau juga menilai kemampuan dan penampilan dari handler. “Semuanya harus dalam 1 paket penilaiannya”, jawabnya ketika ditanya apa saja kriteria penilaian bagi beliau.
Juri Lokal

Panitia mengundang 4 juri lokal untuk membantu kerja juri Ms.Sue Lynn Tong yaitu Daniel Kwee, Martin Riady, Bambang Santoso dan juri anjing karya guna yang sudah tidak asing lagi yaitu Ridwan Koeswara. Pemakaian juri-juri lokal ini untuk mengasah kemampuan dan jam terbang dalam hal menjuri. Lagi pula, kemampuan para juri lokal ini terutama 2 juri yang baru yaitu Martin Riady dan Daniel Kwee tidak dapat diragukan lagi. Terbukti, Ms.Sue Lynn Tong memuji wawasan kinologi kedua juri ini. Menurut beliau, memang permasalahan umum pada juri lokal adalah dianggap remeh oleh ekshibitor dalam negeri terutama untuk negara yang masyarakatnya memiliki wawasan “import minded”. Tetapi tentu saja hal tersebut tidak dapat dijadikan batu sandungan untuk maju berkembang.
Tanpa Sponsor
Ditengah acara baru kami sadari kalau pameran ini tidak ada sponsor sama sekali. Biasanya disetiap ring dipasang spanduk-spanduk sponsor dan stand-stand penjualan produk bertebaran, kali ini kosong. Yang ada hanya stand-stand penjual makanan dan minuman saja. Menurut ketua panitia Wielly Gunawan, memang panitia sengaja untuk tidak meminta sponsor pada pameran kali ini karena ingin “menabung” untuk acara pameran berikutnya yang lebih besar lagi pada bulan November nanti. Sedikit bocoran, pameran Perkin Jabar buat bulan November nanti akan diselenggarakan di gedung IPTN Bandung.
Dominasi Anjing Lokal
Pilihan pemenang Best In Show jatuh pada Golden Retriever biakan lokal yang masih berusia muda milik Agus Wiediyanto yaitu Fourty One B.Summit. Alasan juri memilih anjing ini karena penampilan anjing tersebut sangat sempurna pada hari itu. Pemenang Reserve Best In Show Umum diraih seekor anjing Labrador Retriever impor bernama Driftway Special Agent alias Monty milik Iron Man Kennel sedangkan gelar Reserve Best In Show lokal diraih oleh seekor anjing Pomeranian yang bernama CH.Star’s Pom Nubby milik Acun.
Kritik dan saran Dari Juri Ms.Sue Lynn Tong
Bersyukur kalau pada pameran kali ini panitia mendapat juri yang cukup “cerewet” yang mau memberitahukan kekurangan-kekurangan yang ada selama pameran berlangsung sehingga hal ini dapat dijadikan masukan bagi panitia untuk menyelenggarakan pameran yang lebih baik dikemudian hari.
Mudah-mudahan dipameran berikutnya tidak ada lagi keluhan seperti diatas ini dari juri. Sampai bertemu di pameran Perkin Jabar bulan November 2008.
