Gelar Indonesia Grand Champion + Perubahan Lainnya       (49) Komentar

04 Agustus 2009 - 21:27
Hasil RAKERNAS PERKIN 26 Juli 2009.
Gelar Indonesia Grand Champion + Perubahan Lainnya   Kepada para ekshibitor, penyelenggara pameran dan simpatisannya mohon diperhatikan beberapa perubahan peraturan pameran dan penambahan gelar Indonesia Grand Champion yang sudah diputuskan dan disahkan pada RAKERNAS Perkin tanggal 26 Juli ..., selengkapnya.
  •   Re: Re: Re: jawaban Pak Siwo - ochas - 10 Agustus 2009 - 23:25
    @rob

    kalau mau kalkulasi untung rugi, jika dengan diadakan pemeriksaan fisik mungkin perkin mengeluarkan uang dan tenaga lebih untuk itu, tapi jangan dilihat dari sisi ini, tapi liat efek nya ke depan dari pemeriksaan fisik, mungkin saat ini banyak konsumen (pembeli) sering tertipu oleh breeder2 nakal.saya katakan nakal disini, memalsukan silsilah / stambum induk/jantan, pejantan-betina tidak layak di gunakan, dan banyak kenakalan2 lain yg terjadi, dengan adanya hal ini di harapkan peluang2 kecurangan bisa di tekan,..perkin harus independen, dan bisa menentukan sikap nya.kalau memang mau maju, maka buat lah peraturan yg sifatnya membangun...kita sebagai anggota hanya bisa melakukan check and balance.agar kinerja dari perkin semakin menuju ke arah yang lebih baik.
  •   Re: Re: Re: jawaban Pak Siwo - siswo - 11 Agustus 2009 - 07:44
    "..suatu hal yg gampang2 susah untuk dilakukan"
    Saya suka dengan istilah itu. Tergantung PERKIN mau maju atau tidak. Misal:
    (1) Lapor pemacakan lebih dari 7 hari didenda, lebih dari 28 hari ditolak (saat ini hingga anakan berumur 3 bulan = 5 bulan sesudah pacak).
    (2) Pemeriksaan fisik anjing calon pejantan/indukan saat anjing tersebut mencapai batas usia pemacakan. Ini untuk memastikan calon pejantan tersebut memenuhi persyaratan. Jika lulus pemeriksaan, maka diberikan sertifikat "pejantan/indukan" atau membubuhkan tanda "DIIZINKAN UNTUK DIBIAKKAN" pada surat silsilah yang ditandatangani oleh Biro Silsilah.
    Kenyataan saat ini adalah: banyak anjing yang memiliki penyimpangan berat dari standar trah (termasuk bertestis tunggal) menjadi pejantan. Banyak anakan yang terlahir tanpa diketahui siapa bapaknya, namun tiba2 dilaporkan pemacakannya secara terlambat.
    Apa kata dunia?

 

Suara Kita Terkini

Komentar Terakhir