@Kurniawan S
untuk mnegakkan praturan, itu konsekuensinya.skali lagi perkin hrs pnya prinsip & pndirian klau mau mju. perkin pmegang otoritas tertinggi, sudah selayaknya tidak tunduk trhadap complain2 dari luar, skarang aya brtnya anggota yg butuh( pd saat ia akn membredingkan) otomatis yah hrus mau repot sdikit lah, toh itu dmi kmajuan brsma.sperti pnrapan praturan bru di bidang lainnya, bnyak yg protes, dianggap tdak populer atau apalah, tapi sejalan waktu yang namanya butuh, pasti mau gak mau dilakukan.dan jadi kebiasaan.smuanya kmbali untuk mmajukan.knapa tdak?jgn takut dgn intervensi luar donk.masalah anjing nya diluar pulau, gnakan asas domisili aj bgmana?perkin yg terdekat dengan domisili si anjing saat itu, yg meng handle.mslah tatoo, yah kalau luntur kenapa tidak di ganti dengan identifikasi yg tidak luntur dan awet.dengar2 dulu smpat mau dibuat microchip.bgamna prkmbangannya saat ini?
alamat email saya:
[email protected]