Tidak diragukan banyak dari para pembaca yang bertanya-tanya, dari sekian banyak trah yang ada, kenapa masih ada saja orang yang memilih untuk memilihara APBT padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak dari pernggemar anjing trah yang menganggap APBT sebagai anjing yang sulit di kontrol dan tidak jarang APBT merupakan pilihan terakhir bagi pemain pemula yang ingin memulai memelihara anjing trah.
Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa dijawab dengan fakta-fakta tentang APBT yang tertutup dari publik karena image yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak tahu banyak tentang trah ini telah begitu kuatnya mendarah daging dalam dunia anjing trah, sehingga hal-hal faktual tentang trah ini malah tertutupi oleh isu. banyak dari kita mendengar dari teman, saudara, sepupu bahkan orang asing di Internet bahwa APBT merupakan anjing yang berbahaya, suka makan anak kecil, dan tidak bisa ditebak, yang perlu kita tanyakan bersama, orang yang menyebarkan berita ini punya pengalaman apa dengan APBT, pernah pelihara, pernah lihat APBT lantas dijudge seram atau dengar-dengar dari orang yang tidak pernah pelihara APBT juga, sebenarnya semua isu yang saya sebutkan diatas pondasinya tidak solid, karena sumbernya juga berantakan, lantas ada yang bertanya kalau memang sumbernya tidak jelas koq banyak orang yang membicarakan dan percaya, simple, anda dengar dari orang yang tidak tahu tentang APBT lalu orang yang tidak tahu itu dengar dari orang yang kebetulan tetanggganya pelihara APBT, lantas orang yang tetangganya pelihara APBT ini kebetulan tidak senang dengan anjing tetangganya karena pernah digongongi, yah lama lama isunya menjadi lingkaran setan dan tidak ada habisnya.
Lantas ada juga yang memberi komentar bahwa trah APBT adalah trah yang suka sekali mengigit orang, yang perlu kita perhatikan disini bukan bagian dimana si APBT mengigit orang, tetapi justru kenapa orang itu digigit APBT, sangat penting bagi kita untuk melihat segala sesuatunya dari dua sudut pandang yang berbeda, juga tidak valid bila lantas kita beri komentar bahwa APBT merupakan trah yang paling banyak mengigit orang, darimana sumber studynya, ini yang harus dipertanyakan, penting bagi kita sebagai orang orang teredukasi untuk selalu menggunakan objektifitas bukan subjektifitas dalam mengkonsumsi berita dan informasi, bila emosi berbicara lebih banyak dari akal sehat hasilnya sudah pasti irrasional.
kemudian ada anak usia 13 tahun memberi komentar tentang APBT tapi malah dipandang remeh karena dianggap faktor usia penulis tidak mumpuni, justru hal seperti ini yang membuat trah APBT mundur, anak yang berusia 13 tahun itu mungkin tahu lebih banyak tentang APBT dibandingkan 50% orang orang yang mengkonsumsi komentarnya, kenapa saya katakan demikian, anak ini melakukan studi banding tentang trah APBT sebelum dia memberanikan diri menulis komentar di salah satu media komunikasi antara penggemar anjing trah, apakah studi yang dibuat oleh anak ini kuat serta akurat?, tentu karena dalam menulis suatu studi banding diperlukan referensi, referensi ini lah yang menjadi patokan sampai dimana level keakuratan studi banding si anak, lalu ada yang bertanya seperti apa sih referensi yang legitimate ? dalam hal ini, buku dan nama pengarang, atau alamat web site dimana informasinya si anak gunakan dalam proses studi banding sudah merupakan pondasi yang solid untuk menyokong keakuratan hasil studinya. Jadi jangan lantas karena suatu literatur ditulis oleh orang yang lebih muda lalu kita kehilanggan rasionalitas dan langsung berasumsi bahwa tulisannya ‘ngasal’, bukan tidak mungkin bahwa dibalik ide mereka yang kelihatannya polos, kita bisa belajar banyak. Justru yang dibutuhkan oleh APBT adalah orang-orang seperti ini, orang orang yang berdedikasi kuat pada trah yang dicintai tanpa memusingkan kritikan pedas serta kemungkinan diremehkan oleh orang orang yang anti APBT.
Kalau memang APBT seperti yang dikatakan, kenapa masih banyak negara yang melarang pengembang biakan serta kepemilikan trah ini dengan alasan membahayakan jiwa masyarakat, yang perlu dipertanyakan dalam isu yang satu ini adalah, apanya dari APBT yang membahayakan publik, working dog dari trah lain seperti Rottweiler contohnya juga pernah mengigit orang, bahkan anjing anjing dari jenis Toy seperti Ci hua hua sekalipun pernah mengigit orang, tidak ada trah di dunia ini yang tidak pernah mengigit orang atau mengigit anjing/hewan lain, jangan bilang bahwa anjing dewasa yang belum pernah disosialisasikan dengan kucing seumur hidupnya akan dengan suka rela memberikan jatah makannya pada si meong, lantas kalau memang trah lain juga memiliki probabilitas yang sama untuk menyerang orang/hewan lain, kenapa APBT lebih digembar gemborkan sebagai anjing ‘tukang gigit’. Sebenarnya yang perlu kita tinjau disini bukan frekuensi banyak gigitan yang dikhawatirkan karena dalam hal ini saya yakin ratio populasi trah APBT dan jumlah penyerangan pada manusia tidak akan jauh berbeda dengan ratio populasi dan banyak serangan manusia pada trah lain. Yang membuat isu bahwa APBT merupakan anjing yang suka mengigit manusia menjadi ramai adalah karena APBT memiliki kemampuan-kemampuan ekstrim yang tidak dimiliki trah lain, salah satu dari banyak kualitas istimewa yang dimiliki oleh trah APBT adalah kualitas gameness dan power, dalam kualitas gameness masih tercakup kualitas-kualitas lain diantaranya High pain tolerance, never give up attitude dan high degree of concentration, dengan power to weight ratio yang jauh lebih besar dari trah bullmastiff, serta kualitas game dog yang begitu istimewa, APBT dengan segala kelebihannya menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, anjing lain pun sering menyerang manusia tetapi bila APBT yang menyerang manusia orang lantas ramai membicarakan, kenapa demikian, karena diasumsikan oleh masyrakat bahwa impact dari seranggan yang dilakukan oleh APBT akan lebih fatal dari trah lain, apakah asumsi ini benar? Tidak sepenuhnya, kenapa saya katakan demikian karena APBT memiliki resistensi menahan sakit yang begitu tinggi, walaupun diganggu sedemikian rupa, seperi ditarik-tarik ekornya atau dipukuli kepalanya dengan pedang-pedangan oleh balita, APBT tidak akan menyerang balik, karena dia memiliki kemampuan menahan rasa sakit yang tinggi, belum lagi anjing ini dilahirkan sebagai anjing yang netral dan tidak mudah terprovokasi, pada saat perang dunia 1, Amerika bahkan menggunakan sebuah poster dengan gambar APBT yang dikalungkan bendera Amerika ditengah serta, trah lain yang merepresentasikan setiap negara berbeda dalam pakaian militer khas negara asal trah tersebut, sebagai media untuk menentukan sikapnya atas perang dunia 1, dibawah gambar APBT berselendang bendera Amerika itu ada tulisan “I am neutral but doenst mean I am afraid of any of themâ€. Seperti itulah karakter APBT yang correct, sangat netral tetapi bukan berarti takut, bertoleransi tetapi bila miliknya dilanggar (majikannya atau keluarganya) pasti dipertahankan, dan bila APBT sudah mempertahankan sesuatu pasti dilakukan tanpa menghiraukan kemungkinan mati dalam tugas, tekad ini disokong oleh kualitas paling penting dari gameness yaitu kualitas ‘never give up attitude’ yang hanya dimiliki oleh trah APBT tidak trah lain.
Anggapan bahwa APBT merupakan anjing tidak bersahabat terutama terhadap orang asing merupakan mitos yang patut diklarifikasi, pada masa jaya APBT ditahun 1800 akhir sampai hari ini, dalam suatu fight antara 2 APBT dewasa, tiap kubu membawa seorang joki untuk memeriksa anjing kubu lain sehingga memastikan tidak ada kecurangan saat fight berlangsung, Joki-joki ini juga bertugas untuk membersihkan luka hasil pertarungan ditengah tengah fight, Joki-Joki ini merupakan orang asing yang bahkan belum pernah ditemui oleh anjing-anjing yang sedang bertarung sebelumnya, tetapi dalam tekanan yang begitu luar biasa akibat fight, rasa lelah serta penahanan rasa sakit, APBT di haruskan untuk bertoleransi pada Joki asing yang membersihkan lukanya dengan kasar (karena segala sesuatunya harus dilakukan dengan cepat dalam even dog fighting), APBT-APBT yang menyerang para joki umumnya langsung dihapus namanya dalam breeding stock, proses eliminasi breeding stock yang dianggap tidak layak bagi para mania dog fighting akhirnya membawa APBT pada satu generasi dimana tiap anakan yang dilahirkan membawa gen yang bertoleransi begitu bagus terhadap manusia bahkan saat si APBT sedang dilanda tekanan yang luar biasa beratnya.
Saya berharap setelah membaca artikel ini para pecinta anjing trah yang belum mengenal trah APBT agar memberi kesempatan pada trah ini dengan mempelajari fakta fakta yang ada tentang trah ini bukan mitos yang beredar sebelum melabel APBT sebagai trah yang berbahaya atau bagi teman-teman lainnya yang pernah diperkenalkan pada isu kebrutalan APBT agar lebih kritis dalam mengkonsumsi mitos mitos tersebut.
APBT=American Pitt Bull Terrier