-
Re: Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? - darryl - 29 September 2008 - 12:42
bung alfred biaya 100 jt.itu unt tiket darimana kemana ? dan berapa juri ? apakah sd termasuk pembayaran jurinya ?tolong dong sekali kali dibuka,bukan kita mau tahu untung panitia.krn makin kesini biaya pendaftaran makin tinggi.sy rasa unt pameran tdk perlu sp 3 X .apa lg unt anakan keburu lelah,sedangkan kalau pameran sehari sebelumnya kita beri makan pagi hari atau disiang hari besok paginya langsung berangkat dan terjun lapangan,siangnya ngak diberi makan kasihan,dikasih makan anjing tdk dpt kerja baik.dan kl tarif makin mahal nantinya panitia pameran sendiri peserta jadi penonton bertepuk tangan dng ceria,
-
Re: Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? - darryld - 30 September 2008 - 16:47
ya sd apa katamulah fred,saran saya yg penting dipikirkan kembali masalah biaya pendaftarannya agar pesertanya bisa ikut lebih banyak , kl mahal yg ikut sedikit anda jg rugi.apalagi sponsornya ditodong terus jg ngeluh ya kan.? kl murah peserta banyak mungkin lebih besar harapannya(kl dagang untung sedikit yg penting pelanggannya banyak) yg tua 2 sj melihat harganya mulai ngeluh apalagi pemula.mikirin unt makan anjingnya sd pusing.kl anjingnya 1 ekor .kalau 4 ekor kan berasa. mending buat bayar anak sekolah dr pd mikirin anjing.kl kintamani gratis, jurinya dari Bali ya ? datangnya berenang ?
-
Re: Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? - siswo - 01 Oktober 2008 - 02:15
@darryld: sering ikutan pameran?
Pameran 3x mungkin terasa berat pada biaya pendaftaran. Tapi ikutan 1x atau 2x boleh saja kan? Peserta luar kota biasanya lebih senang ikut 3x, karena efisien di biaya transport. (Konon biaya transport dan akomodasi bisa jauh lebih mahal dari biaya pendaftaran loh!) Jauh-jauh, capek-capek, cuman main sekali? Berat di ongkos dong!
Kintamani gratis itu adalah kebijakan PERKIN. Biayanya menjadi beban panitia. Pinter kan? Bahkan piagam C.C. dan piagam pameran yang sekarang harganya semakin mahalpun akan semakin membebani panitia. Akhirnya "subsidi silang" yang dilakukan.
Jika sponsor pada posisi "donatur" pasti ngeluh. Karena diminta duit mulu. Tapi jika pameran ini bisa diikuti dan ditonton banyak orang, sponsor pasti suka, karena duitnya tidak terbuang percuma. Sebagai gambaran, pameran di Jogja tahun ini diikuti 350 ekor dan penontonnya sekitar 7.500 orang. Kota-kota yang lebih besar harusnya bisa mendapatkan penonton yang lebih lagi,