-
Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? (Share 2) - Bobby Sant - 01 Oktober 2008 - 03:22
Seharusnya panitia menyewa event organizer agar mengelola pameran lebih baik lagi tetapi panitia ingin menghemat dana agar biaya tidak membengkak.
Seharusnya panitia mendapat upah lelah, tapi mereka tidak mau krn juga dapat membuat biaya membengkak.
Kebanyakan, mereka malah harus mengeluarkan uang dari saku pribadi seperti untuk urusan sepele sampai menanggung kerugian.
Sudah lelah, stress dan keluar uang, kadang mereka tidak berani menurunkan anjingnya pada pameran tsb karena khawatir dianggap KKN.
Padahal, mereka membuat pameran krn tidak ada yg mau menyiapkan pameran untuk mereka ikuti.
Setidaknya, kita harus menghargai dan mendukung mereka. Jika pameran dirasa mahal dan tidak mau ikut, tetap memberi support. Suatu saat, mungkin kita bisa bikin pameran murah seperti Thailand. Gak ada susah gak ada jaya.
-
Re: Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? (Share 1) - darryl - 01 Oktober 2008 - 13:44
belum lama ini di clup doberman mengadakan meeting mengenai penjualan anakan jangan dibuat mahal (plg mahal 5 jt unt yg show qlt) dan diberikan yg bgs unt pemain baru biarkan peternak jd tukang cetaknya.dng tujuan agar pemain baru bisa senang menngikut pameran dng bisa menangnya anjing 2 barunya,tdk lupa jg kami merangkul para pemain anjing ras yg masih sedikit (beagle ,cokorspanil) agar trs bermain mengisi lapangan.sy mengerti apa apa mahal skg,panitia tdk usah spt kemarin hrs menghadiahkan sebuah mobil ,hadiah hiburan sj.sd cukup krn itu termasuk biaya yg dikeluarkan oleh peserta.dan memberikan lapangan yg jelek.dan kita jg hrs bisa melihat bahwa pemain baru yg skrg.bukan para bebisnis besar spt pemain pemain lama.tp skg anak kuliah pun ada karyawan yg gajinya terbatas.coba perhatikan yg daftar paling banyak org 2 lama itu itu sj.dan kl bisa jangan dibedakan biaya daftar antara ras.agar bisa saling mengisi untung rugi nya.tujuan sy agar peserta bisa lebih banyak lg yg ikut.
-
Re: Re: ko biaya pendaftaran nya mahal?? (Share 1) - siswo - 02 Oktober 2008 - 01:04
Sebenarnya event "back to back" bisa menyeimbangkan soal budget dan kualitas juri. Undang juri multitrah dari luar, yang ngetop sekalian, jadikan dia juri pertama. Undang juri nasional (mungkin perlu 2 orang) untuk jadi juri kedua.
Budget lebih irit, sekaligus ajang pematangan bagi juri nasional kita. Gimana?